Showing posts with label adab. Show all posts
Showing posts with label adab. Show all posts

Friday, April 5, 2013

Adab Saat Marah

 sumber gambar : dari sini

Jangan marah!" begitu sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayat kan Imam Bukhari.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Lalu apa makna hadis Nabi SAW itu? Ibnu Hajar dalam Fathul Bani menjelaskan makna hadis itu: "AlKhath thabi berkata, "Arti perkataan Rasu lullah SAW 'jangan marah' adalah menjauhi sebab-sebab marah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya." Menurut 'Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akan hilang dalam diri manusia.

Nah, apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika marah? Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu'atul Aadaab alIslamiyah, mengungkapkan hendak nya seorang Muslim memperhatikan adab-abad yang berkaitan dengan marah. Berikut adab-adab yang perlu diperhatikan terkait marah.

Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah.

"Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala," tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.

Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim.

Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. "Ingatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang Khalik ketika sedang marah," ungkap Syekh Sayyid Nada. Menurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid Nada, itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun (sabar).

Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134).

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya." (HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.)

Keenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).

Kedelapan, berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah," tuturnya, Kesembilan, memeberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf." (QS Asy-Syuura:37).

Sesungguhnya Nabi SAW adalah orang yang paling lembut, santun, dan pemaaf kepada orang yang bersalah. "... dan ia tak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun ia memaafkan dan memberikan ampunan..." begitu sifat Rasulullah SAW yang tertuang dalam Taurat, kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa AS.

sumber : republika.co.id

Thursday, April 4, 2013

Adab dalam Majelis Ilmu

sumber gambar : dari sini


Menuntut ilmu adalah salah satu perkara yang dianjurkan dalam agama, terlebih ilmu yang dipelajari adalah ilmu agama.

Sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits nabi :“Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat” (HR. Muslim)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:, "Mencari ilmu itu hukumnya wajib 
bagi muslimin dan muslimat” (HR. Ibnu Abdil Bari)

Hukum mencari ilmu itu wajib, dengan pembagian sebagai berikut :
-> hukumnya menjadi fardhu ‘ain untuk mempelajari ilmu agama seperti aqidah, fiqih, akhlak, hadits serta Al-Qur’an. Ilmu-ilmu ini bersifat praktis, artinya setiap muslim wajib memahami dan mempraktekkan dalam pengabdiannya kepada Allah. Fardu ‘ain artinya setiap orang muslim wajib mempelajarinya, tidak boleh tidak. 
-> hukumnya menjadi fardu kifayah untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti : ilmu sosial, kedokteran, ekonomi serta teknologi.Fardu Kifayah artinya tidak semua orang dituntut untuk memahami serta mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut, boleh hanya sebagian orang saja.
Dengan adanyapemahaman tersebut maka hendaknya menuntut ilmu kita s=jadikan sebagai salah satu ibadah yang sempurna. Untuk menyempurnakan penilaiannya ddi mata Allah, ada beberapa adab yang perlu kita perhatikan sebagai para penuntut ilmu. Dalam hal ini, kita bisa belajar kepada malaikat Jibril saat "berguru" pada rasulullah SAW --> hadits ttg iman, islam dan ihsan)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita berada dalam suatu majelis antara lain:
1. Senantiasa menata NIAT, ikhlas karena Allah dan membuka diri atas sebuah kebenaran.
2. Menggunakan pakaian yang bersih, rapi dan sopan. Alangkah lebih baiknya jika kita menghiasi kebaikan (menuntut ilmu) dengan kebaikan pula (memakai pakaian sesuai syariat).
3. Duduklah dengan tenang, khusyu', mendengarkan dengan baik, tidak mengganggu peserta yang lain..
4. Duduk di tempat yang tersedia yang terdekat dengan penceramah.
5. Mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh penceramah.
6. Dianjurkan bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya. Diperbolehkan juga bertanya sesuatu yang diketahui dengan niatan agar diketahui juga oleh orang lain yang belum mengetahui (bukan berniat untuk mengetes ustadz atau niat lainnya).
7. Menjauhi maksiat selama dalam majelis, misal berkata kotor/kasar, ber-ghibah, fitnah, dan sebagainya.
8. Bersabar dalam menuntut ilmu atau menyampaikan ilmu.
9. Jika ditanya tentang sesuatu hal yang tidak diketahui, maka ucapkanlah "Allohu a'lam"
10. Senantiasa berdo'a kepada Allah agar ditambahkan ilmu, diberi pemahaman dan dimudahkan dalam mengamalkan.
11. Berupaya sungguh-sungguh untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh.
12. Menghormati guru.
13. Berupaya mengambil hikmah dan kebaikan saat keluar dari majelis, bukan mencari aibnya.
Mudah-mudahan dengan memperhatikan dan melaksanakan adab-adab tersebut, Allah akan menguriniai kit ailmu yang berkah. aamiin

Wallohu a'lam bish showab