Showing posts with label ruqyah. Show all posts
Showing posts with label ruqyah. Show all posts

Friday, October 25, 2013

6 Teknik Ruqyah Mandiri

[1] RUQYAH RUMAH; 

Tehnik ruqyah ini bisa juga diaplikasikan untuk Ruqyah Kantor, Ruqyah Gudang, Perusahaan, Ruqyah Penyakit Menahun, Ruqyah Mandul, Ruqyah Eksim, Ruqyah Maagh, Ruqyah Insomnia, Ruqyah Stroke, Ruqyah Kangker Darah, dan berbagai bentuk penyakit yang tidak dimengerti secara Ilmiah. 
Tutorial berikut telah dibuktikan ratusan Hamba Allah di dunia yang keluarganya diganggu sihir, insya Allah akan menetralisir sihir baik itu di badan atau di rumah kita secara menyeluruh, caranya sebagai berikut:

Ambil 1 Galon Air putih (atau sekitar 20 liter air) lalu bacakan; Alfatihah, Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Al A'raaf 117 - 122, Yunus 81-82, Thaha 68-70, bacakan masing-masing 11 kali dan tiupkan. Misal baca Al Fatihah hingga selesai lalu tiupkan, lakukan hingga 11 kali kemudian lanjutkan dengan Al Ikhlas.. dan seterusnya.
Setelah itu cipratkan atau semprotkan keseluruh lantai dan sudut rumah, sebagiannya minum dan dimandikan. Lakukan selama 11 hari. Cukup bacakan "masing-masing" 11 kali dihari pertama saja. Jika ingin mengulangnya setiap hari atau ingin menambahkan lebih dari 11 kali juga boleh. Bahkan lebih baik, insya Allah.
>>> Teknis Ruqyah:
Di hari pertama hingga hari ke-3;
Ambil 1 liter air dan campur dengan air lain lalu cipratkan keseluruh lantai rumah, sudut-sudut rumah, jendela, pintu, langit-langit, dapur dan atap rumah. Baiknya lakukan setelah shalat isya di malam hari. Lakukan hingga ada tanda-tanda bahwa jin atau sihir di rumah atau tempat itu telah sirna, tandanya akan ditemukan hewan yang mati seperti; ular, tikus, kalajengking, kepiting, ada bulu-bulu hewan di pagi harinya. Atau ada bau hangus terbakar beberapa menit setelah dicipratkan. Jika melihat tanda diatas maka hentikan untuk ruqyah rumahnya dan lanjutkan untuk meruqyah diri. 
Hari ke-4 hingga hari ke 12, gunakan semua air untuk ruqyah mandiri saja.
Untuk "Ruqyah Mandiri" teknisnya; Hari pertama hingga hari ke-3, Ambil 1 gelas air dan minum, lalu ambil segelas lagi dan campurkan ke bak mandi. Hari ke 4 hingga hari ke 12, ambil 3 gelas air setiap hari dan campurkan air itu dengan air bak untuk mandi atau shower, 3 gelas lagi diminum (pagi, siang dan malam).
Insya Allah, tips dahsyat ini saya susun dari bimbingan Syaikh Abdul Rauf Bin Halema - Kairo, beliau telah mendirikan lebih dari 60 Ruqyah Center di 20 Negara di Dunia. 
Semua Umat Islam bisa melakukannya, jika tidak hafal ayat-ayat diatas sebaiknya dibaca langsung dari Al Quran. itu lebih baik.
Selamat Membuktikan.

[2] MENGHUKUM JIN DI ALAM MIMPI.
Seperti tehnik diatas, tehnik ini sudah dibuktikan ratusan orang muslim bahkan non muslim sekalipun, modalnya adalah keyakinan. Ingat, keyakinan itu lahir dari pengetahuan dan pengetahuan itu lahir dari belajar. Mari kita pelajari dan buktikan, caranya sebagai berikut; Sebelumnya, ingat: Jin itu hina, dan jin itu mati. Yang tidak mati itu iblis.
>>> Teknis Ruqyah:
- Sebelum tidur ambil wudhu, dan niatkan untuk bertemu dengan jin yang selama ini mengganggu anda atau keluarga anda atau jika antum praktisi Ruqyah niatkan untuk bertemu jin yang selalu mengganggu pasien.
- Baca Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas juga Ayat Qursi. Setelah itu usapkan ke wajah dan seluruh tubuh. Lalu bacakan surah Al Baqarah 148, dan niatkan sekali lagi (mohon kepada Allah) untuk bertemu dengan jin-jin laknat itu.
- Jika dalam mimpi itu dipertemukan oleh Allah dengan jin yang biasa mengganggu, atau jin yang suka menindih kita, atau jin yang menyakiti kita, atau jin yang biasa menakuti anak kita, istri kita atau kita sendiri maka jangan lari tapi kejar hingga TERTANGKAP APAPUN BENTUKNYA! Ingat tangkap dan cengkram lalu bacakan Ayat Qursy hingga ia mati terbakar. Jika dalam mimpi itu tidak hafal ayat-ayat Ruqyah, maka baca Asma Allah atau takbir. Bacakan berulang-ulang hingga ia mati atau lari.
Ingat, sekali lagi ingat sabda Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam; "Jin itu takut sama manusia sama seperti manusia takut sama Jin". Jadi jangan lari dan membiarkan diri dikejar-kejar jin, tapi kejarlah agar jin itu lari.
Ingat jangan lari tapi kejar, hingga musuh-musuh Allah itu lari. Ingat, KEJAR, KEJAR, KEJAR, sekali lagi KEJAR. Catat dalam otak bawah sadar anda "KEJAR jangan lari". Terus kejar, jika jin itu lari kesebuah rumah atau persembunyian, jangan takut, lari dan terus kejar dan hancurkan tempat mereka. Bisa jadi itu adalah tukang sihir yang menyihir keluarga kita, jika JIN, tukang sihir dan rumah atau persembunyian itu berhasil kita hancurkan dalam mimpi, maka insya Allah jin dan tukang sihir itu juga mati. Sekali lagi MATI, karena pelindung mereka itu hanyalah dari syaitan, dan syaitan itu dipersenjatai kekuatan dari IBLIS. Dan iblis itu tidak ada apa-apanya dibanding kemahagagahan Allah aza wajalla dan kita, manusia, baik orang awam atau Praktisi Ruqyah memohon kekuatan dan diberi kekuatan oleh Allah. Cash! Lansung! Tanpa Batas! Selama kita yakin. Insya Allah, pasti.
Uji Coba & Testimoni:
 Alhamdulillah seorang penderita kanker darah di Makkah sembuh total setelah perjalanan melawan sihir selama hampir 2 tahun, beliau atas izin Allah berhasil membunuh ratu ular dan kerajaan jin yang selama ini menyerangnya.
[3]. TERAPHY AL FATIHAH.
Selain perintah rahasia dari kehendak Allah ta'ala, kesuksesan ruqyah terletak pada kekuatan niat dan keyakinan, sementara keyakinan itu tumbuh dari pengetahuan. Jadi kita harus mengetahui kekuatan kita dan kelemahan musuh, kekuatan jin&syaitan itu didukung pasokan kekuatan jahat dari Iblis, kekuatan iblis hanya akan aktif setelah mendapat izin dari Allah sedangkan kekuatan Doata atau Energy Ruqyah ini adalah cash atau langsung dari Allah Azza wa Jalla.
Saya, beberapa waktu terakhir ini terus terang merasa keteteran dengan banyaknya sahabat yang ingin merasakan sensasi kesembuhan melalui ruqyah. Namun, seperti kita ketahui "Rehab Hati" itu bukan klinik kesehatan melainkan berupa kotsan pribadi tempat saya merancang masa depan dan melakukan konseling untuk sahabat yang memang butuh penanganan ruqyah secara serius. Namun demikian, tingkat kepuasan pasien "Rehab Hati" memang mulai membuat kantor sederhana saya di bandung dikunjungi banyak sahabat dari Bandung, Sumedang, Cirebon, Banten, Bogor dan luar kota lain hingga saya yang masih sendirian menangani semuanya rada kerepotan mengatur jadwal. Dari itulah, semoga postingan ini menambah kekayaan umat Islam dalam melemahkan berbagai serangan sihir hingga tidak usah "minta ruqyah" lagi sebelum berikhtiar sendiri dengan maksimum.
Baik, insya Allah metode berikut ini akan menjadi solusi kesembuhan untuk berbagai bentuk sihir yang ada dalam tubuh. Semoga melemahkan atau bahkan membunuh jin-jin laknat yang ada didalam tubuh. Baik jin kiriman, atau jin-jin dzalim dari kosnpirasi dan permusuhan iblis kepada manusia.
Mengintip Rahasia Al Fatihah
Tidak diragukan lagi, al Fatihah itu adalah induknya Al Quran (Umul Quran) dan Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Sa'id, mengesahkan Al Fatihah ini sebagai Ayat Ruqyah yaitu ketika seorang sahabat menjampi seseorang yang terkena sengatan, maka Rasulullah bertanya: "Dari mana engkau tahu bahwa Al Fatihah itu adalah Ruqiyyah?"
Dan Alhamdulillah, demi Allah saya pernah meruqyah kaki saya yang disengat tawon dengan Al Fatihah (dibacakan ketangan, lalu diusapkan) dan sembuh 2 Jam kemudian.
Kenapa demikian?
Ada sebuah Hadits Qudsy yang ditakhrij An Nasai, hadits ini diriwayatkan Imam Al Bukhari, beliau berkata "Bacalah Al Fatihah itu dihatimu karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda;
Allah berfirman; "Aku telah membagi shalat menjadi dua bagian antara diri-Ku dengan hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. 'Jika ia mengucapkan 'Alhamdulillahirabbil'alaamiin', maka Allah berfirman 'Hamba-Ku telah memuji-Ku. Dan apabila ia mengucapkan "Arrahmanirrahiim" Allah berfirman; 'Hambaku telah menyanjung-Ku". Dan jika ia mengucapkan "Maliki yaumiddin', maka Allah berfirman: 'Hambaku telah memuliakan-Ku'. Jia ia mengucapkan; 'iyyakana'budu wa iyya kanasta'in", maka Allah berfirman; 'Inilah bagian antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang ia minta". Dan jika ia mengucapkan; 'ihdinassirotolmustaqiim.. sirathaladina an'amta alaiyhim ghoiril magdubi alaiyhim waladdhaliin', maka Allah berfirman; 'Ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta"
Subhanallah...
Dalam hadits sahih lain juga dipaparkan bahwa Allah menjawabi setiap do'a dalam Al Fatihah itu per-ayat dengan cash berupa energi kesembuhan yang meluluhlantakan berbagai pengaruh sihir dan hal hal negatif yang terjadi dalam tubuh! Dan cahaya penyembuh ini bisa langsung diakses setiap muslim.
>>> Teknis Ruqyah:
Bisa dikatakan ini adalah Teknis Ruqyah Mandiri Paling sederhana dengan Al Fatihah dan Segelas Air Putih:
1. Sebaiknya dilakukan setelah shalat fardhu, atau selesai shalat sunnah 2 rakaat dengan niat memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah. Atau minimal dalam kondisi badan bersih dan memiliki wudhu, ini adalah pengkondisian agar hati rileks dan pasrah kepada Allah.
2. Ambil segelas air putih, duduk menghadap kiblat dan tundukan wajah. Pegang gelas itu dengan tangan kanan, dan mulai bacakan Al Fatihah (dengan tajwidz dan tahsin yang benar, upayakan kita memahai terjemahan ayat-Ayat Al Fatihah per-ayat-nya).
3. Setelah selesai tiupkan dan do'akan dengan yakin. Bacakan selama 7 kali, dan masing-masing tiupkan ke air lalu do'akan. Do'akan dengan do'a yang berbeda di 7 kali tiupan tersebut. Do'anya bebas, tapi gunakan artikulasi yang dahsyat dan khusyuk. Misalnya;
Tiupan Al Fatihah ke 1
Ya Allah ya Rahman ya Rahiim...
Ya Allah ya Hakim, ya Aliim, ya Hakiim, ya Aliiy, ya Adzim, ya Malik, ya Khaliq ya Jabbar ya Muktadir.. wahai Engkau yang mengatur setiap pergerakan benda-benda disemesta raya ini, jadikanlah setiap partikel terkecil dalam air ini balatentara yang akan menyerang dan menghancurkan program sihir dan buhul-buhul dan setiap musuh-musuhMu yang tengah mendzalimi tubuhku ini ya Rabb.
Tiupan Al Fatihah ke 2
Ya Allah..
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, duri-duri besi tajam yang akan melukai dan melemahkan atau membunuh mahluk-mahluk ingkar yang ada dalam tubuhku ini ya Rabb.
Tiupan Al Fatihah ke 3
Ya Allah...
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, timah panas mendidih yang akan membakar dan meluluhlantakan setiap rumah dan persembunyian jin-jin didalam tubuh ini ya Rabb.
Tiupan Al Fatihah ke 4
Ya Allah...
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sengatan api listrik yang merambat dari lambung hingga ke ujung jari tangan dan jari jari kaki. Dari pusat jantung hingga ke otak dan pori-pori disetiap rambut-rambut yang tumbuh diseluruh tubuhku ini ya Rabb.
Tiupan Al Fatihah ke 5
Ya Allah...
Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sebagai penyembuh yang akan mengembalikan setiap sel-sel yang telah dirusak oleh balatentara Iblis dalam tubuhku ini ya Rabb.
Tiupan Al Fatihah ke 6
Ya Allah ya Mukmin Ya Muhaimiin..
Wahal engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, jadikanlah setiap partikel air ini pelindung yang membentengi hati dan tubuhku dari gangguan jin-jin ini dengan cara yang Engkau kehendaki ya Rabbi.
Tiupan Al Fatihah ke 7
Wahai Air yang mendengar..
Wahai setiap sel tubuh yang mendengar..
Wahai setiap syaraf-syaraf, pembuluh-pembuluh darah, urat-urat, tulang-tulang, cairan tubuh, hormon-hormon dan semua yang tidak kuketahui yang mendengarkan lantunan Al Fatihah tadi. Dengarkanlah, takutlah kalian kepada Allah..
وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
...Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Al Imran 19)
Takutlah kalian kepada Allah saja dan jangan ikuti perintah sihir dari jin-jin itu, takutlah kepada Allah dan perbaiki setiap kerusakan itu hingga sembuh seperti sedia kala. Takutlah kepada Allah dan himpitlah seluruh jin dzalim seandainya mereka ada dalam tubuh ini dan tidak mau keluar setelah mendengar semua peringatan ini. Yaa Rabb...
Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir.
La Haula wa laa quwwata illa bilahil aliyhil Adziim.
Fiufh (tiupkan)......
Aamiin..
4. Baca basmalah dan Minumkan.
Dan lihat rekasinya, saya terinspirasi menciptakan barisan do'a ini saat menghadapi informasi dari jin yang ada di tubuh pasien bahwasannya di tubuh pasien ada 500 Jin yang kesemuanya bertugas melumpuhkan manusia tersebut selama puluhan tahun. Dan Alhamdulillah, sebenarnya telah di uji-cobakan ke lebih 6 pasien terakhir yang berkunjung ke kantor Rehab Hati Bandung.
Uji Coba, Testimoni & Tingkat Kesembuhan dan Kelumpuhan Jin:
Uji Coba 1.
(Melalui telpn, pasien di Serang Banten) untuk pasien pengamal HIJIB (semacam wirid): Alhamdulillah si jin langsung meringis dan menangis, beberapa detik setelah diminumkan. Jin mengakui bahwa kakinya lumpuh.
Uji Coba 2
Langsung di kantor Rehab Hati Bandung ke 2 pasien:
- Pasien 1 (Jakarta), setelah sakit selama lebih dari 15 tahun ia merasakan sensasi segar dan ringan di tubuh, sakit hanya tersisa di sikut dan Insya Allah masih akan berlanjut.
- Pasien ke 2 (Bandung);
Alhamdulillah, setelah dibacakan lebih dari 30 menit ayat ruqyah dan ia tersenyum-senyum sinis atau mungkin pura-pura, akhirnya si jin laknat itu di sembelih dan kabur. Wallahu'alam. Pasien merasa matanya lebih terang.
Ujicoba 4:
(Lewat telpn) Alhamdulillah, pasien yang tiba-tiba sakit diseluruh tubuh dan berpusat di bekas operasi pencangkokan donor ginjal, sembuh setelah 15 menit.
Uji Coba 5:
(Lewat telpn), pasien muntah serbuk gergaji dan serbuk karat besi.
Uji Coba 6:
(Lewat telpn) pasien yang bengkok tulangpunggung belakang dan menimbulkan kelumpuhan di kaki, alhamdulillah muntah dan kaki yang sudah lumpuh selama 6 bulan menjadi ringan.
*Catatan:
- Upayakan, saat prosesi ini ada yang mendampingi. Dan jangan main-main, karena jin yang ada dalam tubuh akan berupaya menghentikan bacaan atau proses ini. Mintalah perlindungan kepada Allah.
- Bacakan Al Hasyr Ayat 21-24 Sebelum Al Fatihah 1, dan Bacakan Al Anfall 17 setelah tiupan Al Fatihah ke 7 untuk menambah kedahsyatan do'a.
Jika terjadi kesembuhan total, atau muntah-muntah saat itu juga atau dikemudian hari maka itu adalah pertolongan Allah. Semoga Allah meridhai ikhtiar kita.
[4] IHP AL FATIHAH
Ini adalah salah satu tehnik yang saya kembangkan sendiri, Alhamdulillah banyak testimonial yang berhasil. Semoga Allah meridhai, caranya sangat mudah dan hanya butuh waktu beberapa menit untuk melakukannya.
>>> Teknis Ruqyah:
1. Yakinkan sepenuh hati, bahwa energi penyembuhan ini datang dari Allah. Salah satu caranya adalah memahami kajian dan bukti serta pengalaman saya diatas dan atau yang semisalnya.
2. Baca Istighfar untuk memohon ampunan atau menetralisir hati kita dari belenggu dosa. Baca Syahadat untuk mengokohkan ketauhidan, baca shalawat kepada Rasulullah sebagai tawasul/perantara sampainya do'a ke langit, baca Ta'awudz untuk menetralisir syaitan dihati kita dan perlindungan, baca "Lahawla walaa quwwata illabillahil aliyhil adziim" untuk meneguhkan dan menyerahkan setiap keputusan ikhtiar kita spenuhnya kepada Allah, baca Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir" untuk mengokohkan keyakinan bahwa Allah itu cukup untuk kita lal...
3. Dekatkan tangan kita dengan bibir, kira kira 5 sentimeter. Lalu baca Al Fatihah dimulai dari Basmallah hingga Akhir dengan menerjemahkannya dalam hati kita. Lalu tiupkan ke telapak tangan dan dekatkan di titik atau tempat yang sakit.
4. Lalu putarkan searah putaran tawaf atau putarkan dengan putaran "unclockwise" atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam selama 3 atau 7 kali. Yakinkan hati kita untuk menarik semua pengaruh sihir itu lalu hempaskan ke arah kanan.
5. Tarik nafas dan rasakan, insya Allah saat itu sakit berkurang. Dan lakukan selama 3 kali cara yang sama, dan Insya Allah penyakit itu SIRNA.
Uji Coba & Testimoni:
Alhamdulillah sudah puluhan membuktikan tehnik sederhana ini, bahkan seorang sahabat di taiwan hanya butuh waktu 2 menit untuk sembuh dari migrain akut yang ia derita selama 4 hari sebelumnya. Dan dokter serta obat medis tidak mampu merubah kondisi kesakitan.
[5]. RUQYAH MP3 AUDIO
Ikhtiar yang ke 5 ini kita akan menggunakan media Audio Digital atau MP3. Ini bisa dari suara laptop, CD, VCD, DVD, Tape, HP, iPod, MP3 Player dsb. Kesemuanya insya Allah hanya sebagai media atau pengganti suara peruqyah yang membacakan Al Qur'an, jika kita khusyuk mendengarnya insya Allah hasilnya sama dahsyat. Sebelum melakukan ruqiah sendiri atau ruqiyyah dengan MP3 ini, lakukan persiapan untuk melindungi diri dari gangguan sihir.
>>> Teknis Ruqyah:
1. Bersihkan badan [sebaiknya mandi] dan Wudhu dengan sempurna.
2. Shalat 2 rakaat meminta pertolongan & perlindungan kepada Allah [jika pakai usholi, sama seperti shalat hajat]
3. Baca Istighfar & Solawat, Syahadat.
Lalu baca "A'udzubikalimatillahit tammati minssyarrima kholaq, La Hawla wa laa quwwata illabillahil aliyhil Adziim, Hasbunallah wa nikmal wakiil nikmal maula wa nikman nasiir, Hasbiyallah! Laa ilaaha illallahu alaihi rabbul arsyil adziim" untuk memohon kekuatan kepada Allah.
4. Baca Ayat Qursy (Al Baqarah 255) dan tiupkan ke media yang akan digunakan. Karena banyak terjadi JIN berupaya keras menghalangi ruqiyyah ini terjadi yang kemudian menyebabkan batrai HP yang drop, HP mati berkali-kali, koneksi internet terputus saat upload atau download file tentang ruqyah, bluetooth laptop error saat transfer file, laptop mati total, hal terburuk adalah membuat hilang kesadaran kita, dibuat ngantuk, malas ruqyah, tidur dsb.
5. Meminta perlindungan kepada Allah, dengan kata-kata afirmasi kita agar yakin, misalnya;
"Ya Allah ya Mukmin ya Muhaiimiin, wahai Allah yang maha menjaga dan mengamankan hambanya. Lindungan hamba-Mu dengan perlindungan dan penjagaanmu yang sempurna!, Lindungilah ruangan ini dari serangan sihir dari kalangan Jin dan Tukang sihir"
Atau dengan menyebut asma-Nya dalam meminta kekuatan, semisal:
"Ya Allah ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu!” Ya Allah Yang Maha Menguasai, Yang Menggenggam Segala Ilmu, yang maha tinggi, Yang Maha Dahsyat!. Ya Allah turunkan pertolongan-Mu untuk menghancurkan semua kekuatan sihir dan kedzaliman iblis yang membelenggu hati, jiwa dan tubuhku".
6. Download File Mp3 Ruqyah-nya: www.mediafire.com/?gqw09lverya1411
7. Mulai Ruqyah.
Lalu bacakan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan Ayat Kursi masing-masing 3 x dan tiupkan ke telapak tangan setiap selesai, lalu usapkan keseluruh tubuh. Berkonsentrasi, khusyuk, lembutkan hati dan kuasai, dan mulailah..
Selanjutnya Putar MP3 Ruqiyyah yang telah di Download tadi.
Uji Coba & Testimoni:
 Ini adalah salah satu kemudahan Allah dalam menolong hamba-Nya yang gigih ikhtiar dan bertawakal. Sangat banyak testimoni, ada yang sembuh sekali mendengarkan (secara khusyuk) melalui headset. Banyak yang mendengar jeritan keras dirumah, tangisan dirumah, saat diputar ayat ruqyah ini dirumah.
[6] RUQYAH UNTUK PENCEGAHAN
Dalam upaya pencegahan ini yang harus diperhatikan adalah kita tidak mungkin meminta perlindungan kepada Allah sementara kita membangkang kepada Allah (melakukan dosa). Rasulullah saw bersabda; "Ketika kalian keluar rumah bacakan 'Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah" maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu". Jadi, syaikh Abdul Rouf berkata jika kita keluar rumah baca doa perlindungan kepada Allah lalu dijalan memandangi wanita/laki-laki malaikat akan meninggalkan kita dan syaitan akan kembali kepada kita. Sama halnya ketika wanita mulai memperlihatkan auratnya, disana syaitan akan bersama mereka.
Jadi tolong diperhatikan dan dicatat; bahwasannya yang paling penting adalah meninggalkan DOSA terlebih dahulu dan melaksanakan kewajiban kita sebelum menuntut hak perlindungan kepada Allah. Saya pernah mendengar testimoni ada sensasi kesembuhan yang terjadi setelah "taubatannasuha" dan melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai muslimin-muslimah.
Yang berikutnya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid'ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.
>> Setelah hal hal diatas, perhatikan hal teknis berikut;
- Baca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas masing masing 3x setelah sehabis Subuh, Setelah Magrib dan sebelum tidur.
 - Baca Ayat Qursi dan kalimah "A'udzubikallimatillahi ttammati minsyarrima kholak" dan Kalimah "Bismillahi laa yadhurru ma asmihi syai un fil ardi wala fissamai wa huassami'ul 'Aliim" masing-masing 3x setelah subuh dan maghrib.
 - Baca "basmalah" dalam 5 kondisi; Masuk rumah, sebelum makan, sebelum membuka pakaian, sebelum masuk toilet dan berhubungan suami istri. (Atau, disarankan lebih afdhol baca do'a yang dituntunkan Rasul Saw)
 - Membaca Asma Allah dalam 3 kondisi; saat Marah, Sedih dan Takut. Karena dalam 3 kondisi tersebut manusia lemah dan ada celah syaitan untuk menguasai manusia. Jadi ketika marah baca "Ta'awudz", ketika sedih baca "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun" ketika takut baca "Allahumma 'audzubika min sururihim wa naj'aluka fi nukurihim"
Uji Coba & Testimoni:
Saya telah mengujicobakannya ke seorang siswi dengan memperhatikan point-point diatas, dan Alhamdulillah siswi kelas 2 SMA yang sebelumnya mengeluh karena suka diterawang pacarnya sembuh (tidak bisa tembus oleh terawangan mata jin). Pada intinya, jika hal ini diaplikasikan insya Allah akan menjadi pagar ghaib untuk diri kita, tentunya ini adalah bentuk pertolongan dari Allah Azza wa jalla. Wallahu'alam.
Selengkapnya, untuk pengokohan tauhid dari pasien yang awam hingga menjadi praktisi ruqyah ini akan dibahas tuntas secara tuntas, nikmat, lembut dan ilmiah dalam satu paket buku "Rehab Hati Qurani" NAI, dan "Quranic Healing Technology" ust Perdana Akhmad di pertengahan 2013 nanti. Insya Allah.
Salam Tauhid
NURUDDIN AL INDUNISSY
 
sumber : www.nai-foundation.com | www.quranic-healing.blogsot.com

Saturday, June 8, 2013

Ruqyah Syar'iyah vs Ruqyah Syirkiyah

sumber gambar : dari sini

Termasuk opini masyarakat yang harus diluruskan adalah pemahaman mereka tentang ruqyah. Banyak masyarakat Islam di negeri kita ini khususnya, ketika mendengar atau mengetahui bahwa ada praktik pengobatan dengan metode ruqyah, mereka langsung menyimpulkan bahwa praktik pengobatan tersebut syar'i atau Islami. Padahal tidak semua ruqyah itu Islami, begitu juga tidak semua praktik pengobatan yang berlebel ruqyah bisa dikategorikan sebagai praktik pengobatan yang islamiyah. Karena ruqyah sendiri ada dua macam. Ada ruqyah syar'iyyah (ruqyah yang sesuai dengan syari'at Islam) dan ada juga ruqyah syirkiyyah (ruqyah yang mengandung syirik dan diharamkan oleh Islam).
Karena opini dan pemahaman yang salah, akhirnya banyak orang Muslim yang mengaku telah menjadi korban praktik pengobatan yang berlebel ruqyah. Ada yang dirugikan secara materi, ada yang dirugikan secara kehormatan, dan ada juga yang dirugikan dari segi ideologi atau akidah.
Ibu Min (45 th) contohnya, ia mengaku telah habis jutaan rupiah karena diloroti oleh dukun yang berpakaian seorang habib dan mengaku sebagai peruqyah. Padahal sehabis diterapi, ia selalu dibekali jimat untuk ditempel di pintu rumah atau dipendam dalam kamar. Sedangkan Mbak Dina (40 th) mengaku bahwa ia pernah diruqyah oleh seseorang, tapi peruqyahnya meraba-raba tubuhnya dari balik bajunya. Ia merasa risih dan dilecehkan walaupun orang yang mengaku sebagai peruqyah tersebut memakai sarung tangan tipis yang acap kali dipakai seorang dokter.
Makanya kita harus berhati-hati dan waspada terhadap praktik-praktik pengobatan yang menggunakan nama ruqyah sebagai kedog dan merek dagangannya. Padahal praktiknya, mereka masih menggunakan praktik perdukunan, praktik yang sarat dengan kesyirikan dan menggunakan bantuan syetan.

Kriteria Ruqyah Syar'iyyah

Ruqyah secara bahasa artinya bacaan. Kalau ada orang yang mengaku bahwa pengobatannya adalah ruqyah tapi dalam praktiknya dia tidak membaca sesuatu, berarti orang tersebut tidak paham akan makna ruqyah itu sendiri. Karena bacaan adalah termasuk unsur pokok dalam melakukan praktik ruqyah sesuai dengan definisinya. Bukan ruqyah kalau dalam praktiknya dia tidak membaca sesuatu, walaupun dalam kenyataannya jin yang ada dalam tubuh seseorang itu keluar atau penyakit yang dideritanya itu sembuh.
Bacaan yang dibaca dalam praktik ruqyah yang syar’iyyah bukan dengan hati atau tidak bersuara dan tak terdengar. Seorang peruqyah lazimnya membaca bacaan ruqyah yang ada dengan bersuara, meskipun volumenya rendah (pelan). Yang penting terdengar. Terdengar oleh jin pengganggu yang ada dalam tubuh pasien, dan terdengar oleh orang lain yang ada di sekitar. Karena Rasulullah saat meruqyah juga bersuara, sehingga isteri, keluarga atau shahabat-shahabatnya mendengar materi bacaan beliau. Sehingga mereka mengetahui lalu meriwayatkannya kepada kita.
Tapi perlu diketahui, bahwa tidak semua bacaan yang dibaca oleh seseorang saat pengobatan bisa dibenarkan oleh Islam, atau bisa dikategorikan sebagai ruqyah syar'iyyah. Apalagi kalau ada seseorang pada saat praktik tidak menyuarakan bacaannya, kita tidak tahu apa yang dibaca di hatinya. Atau sebagaian do'a disuarakan, lalu sebagian lainnya tidak disuarakan atau bersuara tapi tidak jelas karena hanya kumat-kamit. Praktik seperti itu harus kita waspadai, jangan-jangan ia minta tolong kepada jin atau kepada lainnya selain Allah.
Sebetulnya ada kriteria khusus dalam bacaan yang bisa dikategorikan sebagai ruqyah syar'iyyah. Kalau kriteria itu tidak terpenuhi dalam suatu bacaan, maka bacaan itu bisa dikategorikan sebagai ruqyah syirkiyyah atau ruqyah yang menyimpang dari syari'at Islam.
Syekh Ibnu Hajar al-'Asqalani berkata: "Para ulama' telah sepakat (ijma') bahwa ruqyah dibolehkan apabila memenuhi tiga kriteria". (Fathul Bari: 10/ 206). Kesepakatan (konsensus) tersebut disampaikan oleh beberapa ulama' besar dan terkenal. Di antara mereka adalah Imam as-Suyuthi (Penulis kitab Tafsir ad-Durrul Mantsur), Imam Nawawi (Pensyarah Kitab Shahih Muslim), Imam as-Syaukani (Penulis Kitab Hadits Nailul Authar), Syekh Sulaiman bin Abdullah (Penulis Kitab Akidah Taisirul 'Azizil Hamid), Syekh Ibnu Taimiyyah (Pemilik Kitab Majmu'ul Fatawa), dan begitu juga Syekh Nashiruddin al-Albani (Pakar Hadits), serta masih banyak sederetan ulama' terkenal lainnya.
Yang dimaksud dengan tiga syarat dan telah menjadi konsensus para ulama' tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Bacaannya terdiri dari kalam Allah (al-Qur'an) atau dengan Asma' dan Sifat-Nya.
Bacaan yang dibaca oleh seorang peruqyah dengan ruqyah syar'iyyah adalah ayat-ayat Allah yang dibaca sesuai dengan kaidah bacanya, atau ilmu tajwid. Karena kita tidak boleh membaca ayat-ayat al-Qur'an kecuali sesuai dengan kaidah tajwidnya. Apabila ada seorang peruqyah membaca ayat-ayat al-Qur'an dengan cepat seperti seorang dukun membaca mantra, maka rusaklah makna dari ayat tersebut dan ia tidak akan dapat pahala, justru ia berdosa. Dan Islam juga melarang seorang peruqyah untuk membaca al-Qur'an dengan memenggal-menggal ayat yang bisa merubah maksud dan makna ayat tersebut.
Maka dari itu terkadang, kita jumpai seorang dukun juga membaca ayat al-Qur'an, tapi ia potong-potong ayat itu seenaknya. Atau mencampurnya dengan mantra yang ia baca atau rajah yang ia tulis. Ini termasuk pelecehan ayat suci yang sangat disukai oleh syetan. Apalagi bila ayat itu susunannya dibulak-balik, sebagaimana yang dikenal dengan istilah "Qulhu Sungsang", yaitu surat al-Ikhlas yang dibulak-balik susunannya. Bacaan seperti itu harus kita tinggalkan, dan bila ada seseorang yang membaca ayat dengan cara seperti itu, maka yang dipraktikkannya termasuk ruqyah syirkiyyah yang harus dijauhi, karena Islam telah mengharamkannya.
Di samping ayat al-Qur'an, seorang peruqyah juga bisa menjadikan do'a-do'a Rasulullah sebagai materi bacaannya. Karena hal itu telah dicontohkan Rasulullah dan juga dipraktikkan oleh shahabat-shahabatnya serta para ulama' pewaris ilmu mereka. Para ulama' hadits telah membukukan do'a-do'a tersebut dalam kitab-kitab hadits yang mereka susun. Dan para ulama' lain juga telah memasukkannya sebagai bacaan ruqyah dalam kitab-kitab mereka saat mengupas tentang materi ruqyah syar'iyyah.
Syekh Nashiruddin al-Albani berkata: "Ruqyah adalah do'a yang dibaca untuk mencari kesembuhan yang terdiri dari al-Qur'an dan hadits Rasulullah yang shahih. Sedangkan apa yang biasa dibaca oleh seseorang yang terdiri dari kata-kata yang bersajak atau kalimat-kalimat yang tidak bisa dipahami maknanya, bisa jadi ada unsur kekufuran dan kesyirikannya, maka hal itu termasuk ruqyah yang dilarang." (Kitab Dhaif Sunan Tirmidzi: 231).
Imam Nawawi juga telah berkata: "Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur'an dan dengan do'a-do'a yang telah diajarkan Rasulullah adalah suatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama' bahwa mereka telah bersepakat (ijma') bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Qur'an atau do'a-do'a yang diajarkan Rasulullah." (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi: 14/ 341).
Hal senada juga dinyatakan oleh Syekh Ibnu Hajar al-'Asqalani dengan mengutip perkataan Imam Qurthubi, "Termasuk ruqyah yang dibolehkan adalah terdiri dari kalam Allah (al-Qur'an) atau asma'-Nya, atau yang do'a yang telah diajarkan Rasulullah." (Kitab Fathul Bari: 10/ 196).
  1. Bacaannya terdiri dari Bahasa Arab.
Para ulama' sepakat bahwa bacaan ruqyah harus terdiri dari bahasa Arab, sebagai bahasa al-Qur'an dan as-Sunnah. Dan mereka berbeda pendapat jika bacaan ruqyah itu bukan bahasa Arab. Tapi yang perlu dicatat dan digaris bawahi adalah, tidak setiap bacaan yang berbahasa arab itu benar maknanya atau tidak mengandung kesyirikan. Karena banyak masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam yang mempunyai persepsi bahwa yang berbahasa Arab itu pasti benar dan dilegalkan oleh Islam. Persepsi seperti itu tidak benar adanya, karena banyak juga matra-mantra kesyirikan yang berbahasa Arab, karena pemilik atau pembuatnya orang Arab atau bisa berbahasa Arab.
Seorang ahli Hadits yang bernama Syekh Hafizh bin Ahmad Hakami berkata: "Ruqyah yang terlarang adalah ruqyah yang tidak terdiri dari al-Qur'an atau as-Sunnah dan tidak berbahasa Arab. Ruqyah seperti itu termasuk perbuatan syetan, dan termasuk bacaan untuk mendekatkan diri kepada syetan. Sebagaimana yang dilakukan oleh para dukun dan tukang sihir. Bacaan seperti itu juga banyak dijumpai dalam kitab-kitab mantra dan rajah seperti Kitab Syamsul Ma'arif dan Syumusul Anwar dan lainnya. Hal itu merupakan upaya musuh Islam untuk merusak Islam, padahal sesungguhnya Islam bersih dari hal semacam itu." (Kitab A'lamus Sunnah al-Mansyurah: 155).
Seorang ahli Fiqh dan Ushul Fiqh yang bernama Imam al-Qarafi berkata: "Ruqyah adalah kalimat-kalimat khusus yang dengannya akan diperoleh kesembuhan dari penyakit dan terhindar hal-hal yang merusak –dengan izin Allah-. Tidak bisa dikategorikan sebagai ruqyah bila menimbulkan bahaya, tapi justru itulah yang disebut dengan sihir. Dan kalimat-kalimat (bacaan ruqyah) ada yang dianjurkan, seperti surat al-Fatihah dan al-Mu'awwidzatain. Dan ada juga yang dilarang, seperti ruqyah orang-orang jahiliyyah, atau orang-orang India dan lainnya. Karena dikhawatirkan mengandung kekufuran. Maka dari itu Imam Malik dan yang lainnya melarang ruqyah yang berbahasa selain Arab, karena dikhawatirkan di dalamnya mengandung suatu yang haram." (Kitab al-Furuq: 4/ 147).
Tapi bila bacaannya tidak terdiri dari Bahasa Arab atau 'Ajamiyyah, maka sebagian ulama' ada yang membolehkannya dan sebagian lain melarangnya. Ulama' yang membolehkan ruqyah dengan bahasa selain Arab memberikan persyaratan yang ketat. Termasuk syaratnya adalah, bisa dipahami maknanya, tidak mengandung unsur kesyirikan dan kekufuran seperti di dalamnya mencatut nama jin, malaikat, nabi atau orang shalih dan tokoh yang dikagumi sebagai sosok yang diyakini bisa memberi pertolongan. DR. Abdullah bin Ahmad at-Thayyar berkata: "Ruqyah syirkiyyah (yang mengandung syirik) adalah bacaan yang di dalamnya memohon pertolongan kepada selain Allah. Dan termasuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah, seperti meruqyah dengan nama-nama jin, malaikat, nabi dan orang-orang shalih." (Kitab Fathul Haqqil Mubin: 106).
Ibnu Taimiyyah berkata: "Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR. Muslim no. 2200, red.). Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh." (Majmu'ul Fatawa: 23/ 277).
Imam Nawawi menukil perkataan Syekh al-Maziri: "Semua ruqyah itu boleh apabila bacaannya terdiri dari kalam Allah atau sunnah Rasul. Dan ruqyah itu terlarang apabila terdiri dari bahasa non Arab atau dengan bahasa yang tidak dipahami maknanya, karena dikhawatirkan ada kekufuran di dalamnya." (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi: 13/ 341).
Nah, sekarang bagaimana kita bisa mengkategorikan bahwa ruqyah yang dibaca seseorang itu berbahasa Arab atau tidak, dan isi bacaannya menyimpang atau tidak, jika ia sendiri tidak menyuarakan bacaannya atau tidak terdengar oleh orang lain.
  1. Hendaklah diyakini bahwa bacaan ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tapi berpengaruh karena kuasa dan izin Allah.
Karena hakikatnya yang bisa menyembuhkan penyakit, yang kuasa untuk menolak bahaya atau bencana, atau yang mampu untuk melindungi diri dari gangguan syetan hanyalah Allah. Allah mengabadikan keyakinan Nabi Ibrahim dalam al-Qur'an, "Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku." (QS. asy-Sy'ara': 80). Di ayat lain, Allah berfirman, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri…" (QS. al-An'am: 17). Hanya saja dalam usaha mencari kesembuhan, kita diwajibkan untuk mematuhi rambu-rambu syariat, jangan menghalalkan segala cara. Termasuk saat memilih praktik ruqyah, karena sekarang praktik ruqyah yang menyimpang atau gadungan makin marak dan berkembang.
Kita harus memperhatikan kriteria yang telah disepakati oleh para ulama'. Sebagaimana yang dipesankan oleh DR. Fahd bin Dhuwaiyyan (seorang ustadz akidah di Jami'ah Islamiyyah, Madinah al-Munawwarah). Ia menanggapi tiga syarat ruqyah di atas dengan mengatakan, "Sudah jelas, bahwa suatu hal yang sangat penting sekali untuk memahami tiga syarat di atas, karena itulah syarat yang benar. Apabila salah satu dari tiga syarat tersebut di atas tidak ada, maka kita harus berhati-hati dan waspada. Karena banyak tempat praktik ruqyah yang didatangi oleh banyak orang di berbagai belahan dunia, tapi tiga kriteria di atas tidak terpenuhi dalam praktik mereka. Padahal praktik seperti itu harus dijauhi oleh seorang muslim. Yakinlah terhadap firman Allah, "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. at-Thalaq: 2).

Dari tiga syarat di atas bisa disimpulkan bahwa ruqyah itu ada dua macam. Pertama, ruqyah yang dibolehkan, yaitu ruqyah yang di dalamnya ada tiga kriteria tersebut. Kedua, ruqyah yang terlarang, yaitu ruqyah yang tidak ada tiga kriteria di atas, atau salah satunya." (Kitab Ahkamur Ruqa wat Tamaim: 41).
Oleh sebab itu, mulai sekarang pastikan bahwa ruqyah yang Anda pakai adalah ruqyah Syar'iyyah. Dan apabila Anda memakai jasa ruqyah dari orang lain, pastikan bahwa ruqyahnya adalah ruqyah yang syar'iyyah, bukan yang syirkiyyah. Karena Rasulullah telah bersabda, "Tidak apa-apa dengan ruqyah, selama tidak mengandung kesyirikan." (HR. Muslim, Abu Daud dan al-Hakim).
Jika Anda ingin mengetahui praktik ruqyah yang syar’iyyah, atau ingin membuktikan manfaat dari terapi model ini, silakan mengunjungi tempat praktik kami di Klinik Ghoib. Sampai saat ini kami berusaha untuk mensosialisasikan cara pengobatan Rasulullah yang satu ini, meskipun di luaran sana banyak orang yang menyalahgunakan praktik ruqyah, bahkan untuk membungkus praktik perdukunan yang sarat kesyirikan. Hati-hati, jangan sampai Anda tertipu.


sumber : klinik Ghoib