Thursday, August 15, 2013

Mengingat Mati (Dzikrul Maut)





disarikan dari tausyiah saat menjelang buka bersama di pengajian KPMI Belgia

"Perbanyaklah mengingat pelenyap kelezatan (kematian)" (ibnu Daqiqil eid)
Orang yang senantiasa mengingat kematian setidaknya akan memiliki tiga hal, yakni :
1. Rajin beribadah (ibadah dalam arti luas, bukan hanya ritual)
2. Bersifat qana'ah (bersyukur)
3. Menyegerakan taubat

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, "Kita ditentukan oleh akhir kehidupan kita."

Ada beberapa istilah yang digunakan dalam menyebutkan kematian, diantaranya:
1. Al maut. : kematian
Imam Al Qurtubi menyebutkan bahwa kematian itu hakekatnya bukan dari ada menjadi tiada, tetapi hanya perpindahan alam saja. Sebagaimana dalam surat Al Baqarah disebutkan bahwa empat alam yang akan dilalui oleh setiap manusia adalah : mati - hidup (di dunia) - mati - hidup (di akhirat)
2. Wafat : sempurna
Dalam al Qur'an surat Ali Imron disebutkan istilah ini, maksudnya adalah orang yang wafat adalah orang yang telah sempurna jatah umurna, sempurna nikmatnya.
3. Al musibah (QS Al Maidah 106)
4. Al yaqin (QS Al Hijr 99)

Wafat itu ada dua macam, yakni :
1. Sughro --> tidur
2. kubro --> mati

"Setiap yang bernyawa pasti akan mati"

tanda-tanda menjelang kematian :
1. telah berusia 60/70 tahun
2. beruban (QS Fathir 37)

Dalam Al Qur'an surat Fushilat 30-32, Allah memberikan gambaran kematian orang mukmin.

Lantas bagaimana persiapanmenyambut kematian ini?
1. Perbanyak taubat dan istighfar
kalau ada hak-hak orang lain, segera tunaikan. Karena jika kita berhutang kepada sesama, dia akan bisa menagihnya di akhirat.
2. Perbanyak amal sholeh
3. Berdekat-dekat dengan orang sholeh
4. Perbanyak amal jariyah
"Jika anak Adam meninggal, amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh yang berdoa kepadanya". (HR. Muslim)

Semoga Allah matikan kita dalam keadaan khusnul khotimah...aamiin

No comments:

Post a Comment